Freedom Palestine

British Football Clubs

Sabtu, 01 Desember 2012

OTOMOTIF


Kecelakaan pesawat terbang merupakan mimpi buruk bagi dunia penerbangan.
Terkadang, kecelakaan tersebut terjadi di dalam airport pada saat lepas landas atau saat mendarat. Untuk mengurangi resiko korban yang terluka, maka diperlukan respon yang cepat untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Dan hal tersebut merupakan tugas dari Pemadam Kebakaran atau Firefighter.
Mobil-mobil yang digunakan pun berbeda dengan yang sering kita lihat di jalanan. Mobil pemadam kebakaran yang digunakan adalah khusus untuk di airport.


1. Rosenbauer 'Simba' yang beroperasi di Frankfurt am Main Airport


2. Scania P380 6 × 6 beroperasi di Oskarshamns, Swedia


3. Rosenbauer di Delhi International Airport


4. Lentner "Avenger" buatan Jerman di Szwederowo Bydgoszcz Airport, Polandia. Dapat membawa sampai 12.000 liter air serta 1.500 liter busa


5. Mobil pemadam kebakaran Carmichael Internasional Cobra 2 di Manchester Airport, Inggris


6. Unit Carmichael yang lain dengan tampilan yang berbeda di East Midlands Airport di Inggris


7. Oshkosh Striker 1500 ARFF Truk 815 di Portland, Amerika Serikat


8. Mobil lift pemadam kebakaran dari Italia, di Hanover, Jerman


9. Sebuah unit Rosenbauer 'Tiger' di Bengaluru Internasional Airport, Bangalore, India


10. Rosenbauer ‘Panther’ 8×8. Beratnya hampir 40 ton, dan memiliki kapasitas 3.830 galon (14.500 liter) dan memiliki kecepatan maksimum 87 mph (140 km / jam).
Memenangkan medali emas pada International Design Award Excellence tahun 2008. Beroperasi di Dubai International Airport


11. Diproduksi oleh UMW Wagon Engineering, di Malaysia Airport


12. Magirus Iveco's Super Dragon X8. Iveco memproduksi banyak mobil pemadam kebakaran di Eropa


13. Sebuah unit Rosenbauer dengan telesquirt di Macau International Airport


14. Sepasang E-One Titan HPR di Eelde Groningen Airport di Belanda. Memiliki kapasitas pompa 7800 lpm dan dapat membawa 11.750 liter air


15. SS-3000, merupakan produk asli Indonesia, memiliki akselerasi 0 - 80 Km/jam dalam 40 detik. Kendaraan ini mulai dipajang selama tiga hari di Trade Expo Indonesia (TEI) 2008. Salah satu produk asli Magelang ini pastinya tak kalah dengan produk dari luar negeri. Meskipun bentuknya bongsor, kendaraan ini memiliki akselerasi 0 - 80 Km/jam dalam 40 detik.  Ini merupakan salah satu syarat kendaraan pemadam kebakaran khusus bandara.
Dengan harga yang murah tetapi kualitas yang maksimal, membuat kendaraan ini menjadi salah satu kendaraan yang banyak diminati.
Harga yang di tawarkan adalah U$80 ribu dollar untuk kendaraan pemadam kecil sampai U$ 750 ribu dollar untuk kendaraan besar

 S-5700


RAPID INTERVENTION VEHICLE. KENDARAAN OPS. PKP-PK YANG DIRANCANG MAMPU MENCAPAI KECEPATAN 80 KM/JAM (50 MPH) DALAM 25 DETIK DI PERMUKAAN RATA DAN LURUS


 
Di era perang teluk kita sering menyaksikan dilayar kaca kemampuan kapal induk dalam memobilisasi pasukan. Bayangkan saja, 300.000 ribu pasukan Amerika yang menduduki Irak membutuhkan peralatan yang banyak. Mulai dari pesawat, tank, altileri, dll. Semua itu sebagian besar di suplai oleh kapal induk.

Kapal Induk diperkirakan mampu mengangkut sekitar 80 pesawat dari berbagai tipe , 2000 awak, 4000 berbagai macam bom, plus bahan makanan. Jenis –jenis pesawat yang dingkut (khusus kapal induk Amerika) ada sekitar enam tipe yaitu, F/A-18 Hornets, F-14 Tomcats, SH-60 Seahawks, S-3B Vikings, E-2C Hawkeyes and EA-6B Prowlers.
F/A-18 Hornets
F-14 Tomcats
SH-60 Seahawks
S-3B Vikings
E-2C Hawkeyes
EA-6B Prowlers
 Desain Kapal Induk (Carrier Ship)
 1. Primary Flight Control
Primary Flight Control (pri-ply) adalah menara kontrol yang mengatur seluruh operasi penerbangan. Di menara seluruh pergerakan pesawat dipantau baik saat takeoff, landing maupun pergerakan disekitar kapal induk
2. Bridge
Bridge merupakan ruang kontrol utama saat kapal induk berlayar. Semua perintah yang mempengaruhi seluruh pergerakan kapal induk, di instruksikan oleh Officer of the Deck (OOD) dari tempat ini. OOD mengawasi selama 4 jam dan bertanggung jawab atas keamanan dan operasi kapal induk, termasuk navigasi, komonikasi, inspeksi dan tes rutin dan mengawasi seluruh team. Juru mudi (mengendalikan kapal) dan juru mesin (mengendalikan mesin) yang diawasi oleh seorang kepala kelasi melakukan aktifitasnya diatas brige.

3. Flag Bridge
Flag Bridge merupakan ruang kontrol lalu lintas pergerakan muatan kapal. Pesawat, Heli, Tank dan Pasukan dan semua muatan kapal pergerakan lalu tintasnya akan di atur oleh Flagman yang dimonitor dari Flag Bridge ini. Serta tempat memasang bendera sebagai identitas kapal dan teritotial

 4. Catapult dan Arrester
Catapult merupakan alat untuk melontarkan pesawat sebelum takeoff. dengan empat buah catapult kapal induk dapat menerbangkan satu pesawat setiap 20 detik. Catapult terdiri dari piston besar (300 kaki) yang dibenamkan di dalam deck, pada permukaan deck hanya berupa peralatan kecil yang dipasang pada roda depan pesawat (plane's nose gear). Alat ini yang akan melontarkan pesawat dengan akselerasi 0-160 knot dalam 2 detik. Sedangkan Arrester atau Arrestor merupakan semacam tali pengait yang membantu pendaratan pesawat saat landing, biasanya berkumlah 2-4 buah

 5. Galery (03) Deck
Galery Deck adalah permukaan yang datar diatas kapal tempat takeoff dan landing pesawat tempur.
6. Main Hanger Deck
Main hanger deck adalah area dibawah deck yang digunakan untuk menyimpan bom, senapan, peluru kendali dan pesawat cadangan (memuat hingga 60-70 pesawat).
7. Second Deck
Second deck merupakan tempat awak kapal induk beraktifitas. diruangan ini terdapat tempat makan, cafetaria, dapur umum dan toilet.
8. Third Deck
Third deck tempat peralatan bengkel, loundry, ruang kesehatan, tempat alat ruang pendingin, telepon umum dan komunikasi (untuk awak).
9. Fourth Deck
Fourth deck memuat peralatan suku cadang mesin kapal induk dan peralatan bengkel serta cadangan bahan bakar.
10. Engine Room
Engine room merupakan tempat mesin, bahan bakar. areal ini merupakan areal yang sangat terjaga karena merupakan jantungnya kapal induk.


sumber : http://www.kaskus.us









 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar