Lengan robot telah digunakan oleh Swedia dan Finlandia, sekarang Inggris menyusul dengan melakukan operasi perdananya.
(Thinkstockphoto).
Inggris mengikuti jejak Swedia dan Finlandia
dengan menjadi negara ketiga yang melakukan operasi jantung gunakan
tangan robot. Operasi perdana ini melibatkan pasien pertama yang bernama
Natalie Jones di New Cross Hospital, Wolverhampton, Selasa (23/10).
Dokter dari rumah sakit tersebut mengatakan bahwa operasi dengan robot lebih aman daripada operasi konvensional. Robot yang diberi nama "Da Vinci" ini dikontrol oleh dokter dengan bantuan kamera berdefinisi tinggi.
"Rasa sakit yang dirasakan lebih sedikit dan pasien bisa kembali ke rumah dengan lebih cepat," ujar Dokter Ahli Bedah, Stephen Billing.
Pasien pertama, Natalie Jones, mengaku takut untuk menjadi kelinci percobaan. "Tapi saya memilih operasi menggunakan robot karena tidak mau ada bekas luka yang besar. Selain itu, saya suka untuk menjadi yang pertama," tegas Natalie.
Dokter ahli bedah, Moninder Bhabra, mengatakan, sistem operasi menggunakan tangan robot ini sangat mahal. Da Vinci menggunakan empat lengan, tiap lengan menghabiskan dana Rp30 juta dan harus diganti setelah 10 kali operasi.
(Dimas Purwaraja. Sumber: BBC, Metro)
Dokter dari rumah sakit tersebut mengatakan bahwa operasi dengan robot lebih aman daripada operasi konvensional. Robot yang diberi nama "Da Vinci" ini dikontrol oleh dokter dengan bantuan kamera berdefinisi tinggi.
"Rasa sakit yang dirasakan lebih sedikit dan pasien bisa kembali ke rumah dengan lebih cepat," ujar Dokter Ahli Bedah, Stephen Billing.
Pasien pertama, Natalie Jones, mengaku takut untuk menjadi kelinci percobaan. "Tapi saya memilih operasi menggunakan robot karena tidak mau ada bekas luka yang besar. Selain itu, saya suka untuk menjadi yang pertama," tegas Natalie.
Dokter ahli bedah, Moninder Bhabra, mengatakan, sistem operasi menggunakan tangan robot ini sangat mahal. Da Vinci menggunakan empat lengan, tiap lengan menghabiskan dana Rp30 juta dan harus diganti setelah 10 kali operasi.
(Dimas Purwaraja. Sumber: BBC, Metro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar