Freedom Palestine

British Football Clubs

Jumat, 30 November 2012

Tengkorak Vampir Kembali Ditemukan di Inggris


Penemuan kerangka dengan pasak di tubuh menunjukkan masih ada rasa takut mengenai mayat yang bangkit dari kubur pada tahun 1820-an.

vampir,kelelawar,mitos(Thinkstockphoto)
Para arkeolog merinci beberapa laporan baru dari sebuah penemuan arkeologi lama, mengenai makam makhluk pengisap darah, atau lebih dikenal sebagai vampir, di Inggris. Makam yang bertanggal antara tahun 550 hingga 700, ditemukan pertama kali pada tahun 1959 di Southwell, Nottinghamshire, oleh arkeolog Charles Daniels.
Di dalam makam, terkubur tengkorak dengan paku logam di bahu, jantung, dan pergelangan kaki. Saat pertama kali ditemukan, Daniels langsung mengenali bahwa kerangka tersebut bukanlah tengkorak yang biasa, namun tidak ada penyelidikan lebih lanjut saat itu.
"Komentar Daniels bukanlah sebuah lelucon bahwa dia memang telah memeriksa 'mata dari gigi' kerangka tersebut dan jelas ada keterkaitannya dengan vampir," kata Matthew Beresford, arkeolog dari Southwell.
Para penulis yang juga arkeolog melaporkan hasil penelitian terbarunya secara menyeluruh mengenai tengkorak Southwell dengan menerbitkan dua buah buku, di mana vampir diangkat sebagai subjeknya. Dalam bukunya, Beresford melihat konteks yang lebih luas dari sebuah permakaman. Termasuk penggalian yang terjadi di masa lalu yang ternyata memiliki fenomena pemakaman yang menyimpang --sesuatu yang hanya sedikit diakui di Inggris.
"Selama periode zaman Anglo-Saxon, pencuri, pembunuh, atau pun pengkhianat dihukum dengan cara dikubur di tanah yang terendam air dengan kepala menghadap ke bawah, dipenggal, atau diintai," tulis Beresford.
Perlakuan seperti itu lantas diperluas penerapannya bagi siapapun yang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Para arkeolog yakin masih ada sisa-sisa kerangka yang mungkin masih terkubur di situs tersebut karena Daniels mengaku tidak dapat mengambil keseluruhan tubuh tengkorak.
"Menurut sebuah legenda vampir Southwell, sepertinya ia (kerangka yang ditemukan) bukanlah yang terakhir yang dimakamkan di kota ini karena penduduk setempat khawatir bila hidup lagi akan menjadi sumber bencana bagi mereka," kata Beresford dalam situsnya.
Dalam catatan sejarah, tertulis tahun 1822 Henry Standley, salah seorang terpidana kasus pembunuhan ditemukan tewas di dalam selnya. "Ia mencabut nyawa dengan menggantung dirinya," kata Beresford.
Sebuah laporan surat kabar lokal tanggal 15 Februari 1822 mengungkapkan, Standley dimakamkan di dekat persimpangan jalan dengan pasak yang terpancang ke tubuh. Lokasi persimpangan jalan dipilih sebagai permakaman karena di situlah lokasi ideal bagi seseorang terduga vampir.
"Teorinya, jika mereka hidup kembali maka mereka tidak mengetahui jalan kembali ke desa. Dan dalam cerita rakyat, jika seseorang bunuh diri, maka berisiko besar menjadi vampir dalam kematiannya," kata Beresford.
(Umi Rasmi Sumber: Discovery News)

Lima Badai Paling Mematikan di AS


Kedahsyatan badai Sandy yang menerjang Pantai timur AS, Senin (29/10), belum seberapa jika dibandingkan dengan lima badai ini.

badai,hujan,angin ributIlustrasi awan badai dilihat dari luar angkasa (Thinkstockphoto)
Badai Sandy baru saja menerjang Pantai Timur di Amerika Serikat, Senin (29/10). Kedahsyatan badai ini membuat dua kota besar, New Jersey dan New York, lumpuh total.
Wali Kota New York Michael Bloomberg menyatakan keadaan darurat dan menutup seluruh layanan transportasi massal, sekolah, bursa saham, dan perkantoran. Kondisi makin memburuk setelah air meluap dan membanjiri jalur kereta bawah tanah, jalan, terowongan, dan jalur perkotaan.
Wali Kota Bloomberg menyatakan pada Selasa (30/10), listrik cadangan untuk Rumah Sakit New York University telah mati. Sebelumnya, otoritas New York sudah memerintahkan evakuasi untuk 375 ribu orang dan membatalkan 7.400 penerbangan.
Namun, kekuatan Sandy belum membuatnya berhak masuk dalam daftar lima badai paling mematikan di AS. Dilansir dari data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), posisi pertama dalam daftar ini adalah badai Great Galveston pada tahun 1900. Badai ini menyebabkan kematian bagi 8.000 hingga 12.000 manusia.
Badai ini mencapai pesisir Texas, selatan Galveston, dan masuk dalam kategori empat. Kategori ini artinya kecepatan angin badai bersangkutan mencapai 131-155 mil per jam.
Badai paling mematikan kedua dalam sejarah AS adalah badai Okeechobee, Florida, yang juga masuk kategori empat pada tahun 1928 dengan jumlah korban 2.500 - 3.000 orang. Mayoritas kematian para korban disebabkan karena meluapnya air Danau Okeechobee.
badai,banjir,new orleans,bencana alamDampak Badai Katrina di pusat kota New Orleans, Amerika Serikat. (Thinkstockphoto).
Badai berikutnya adalah Katrina yang masuk sebagai badai mematikan ketiga namun jadi yang termahal dalam sejarah AS. Katrina pada tahun 2005 merupakan badai kategori tiga yang mendarat di tiga lokasi berbeda: Miami-Dade/Broward, Louisiana, dan Mississippi.
Badai ini mampu memakan korban hingga 1.500 orang dan menyebabkan kerugian US$84,6 miliar. Kerusakan terparah ketika Katrina menyebabkan hancurnya tanggul hingga menyebabkan banjir di kota New Orleans.
Badai keempat dan kelima dalam daftar badai paling mematikan dalam sejarah AS adalah badai Louisiana dan South Carolina/Georgia. Louisiana pada tahun 1893 menyebabkan korban jiwa antara 1.100 hingga 1.400 orang. Sedangkan South Carolina/Georgia juga terjadi pada tahun 1893 memakan korban hingga 2.000 orang.
(Zika Zakiya. Sumber: NOAA, geology.com, Kompas)